Sabtu, 05 November 2016

Komunikasi Dalam Pelayanan

Komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita, karena Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk sosial. Komunikasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan interaksi antar individu dimana interaksi tersebut terdapat penyampaian pesan dan timbal balik atau feedback dari lawan. Dalam hidup sehari-hari sudah jelas pasti proses komunikasi akan selalu ada, apalagi dalam pelayanan. Dalam pelayanan, sangat dibutuhkan suatu komunikasi kepada pelanggan agar pelayanan yang ingin kita berikan akan sampai ke pelanggan.
Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita ingin memberikan komunikasi dalam pelayanan antara lain attitude, seperti dengan senyum, ramah, sopan, juga dengan nada bicara yang baik yang menunjukkan antusias. Dengan menujukkan attitude yang baik, maka pelanggan pun akan merasakan pelayanan yang kita berikan adalah baik. Hal ini menunjukkan komunikasi dalam pelayanan yang kita lakukan sudah baik.

Komunikasi terdiri atas 2 cara, yaitu komunikasi verbal dan non-verbal. Secara umum, komunikasi verbal adalah komunikasi secara langsung dan komunikasi non-verbal adalah komunikasi secara tidak langsung atau menggunakan simbol/huruf. Contoh dari komunikasi verbal yaitu ketika bertatap muka langsung kepada lawan bicara atau contoh lainnya karena sudah semakin berkembangnya jaman maka kita bisa menggunakan telephone atau video call. Sedangkan contoh dari komunikasi non-verbal yaitu ketika melakukan SMS atau Chatting.

Dalam berkomunikasi, ada beberapa hal yang dapat menghambat, antara lain:

1. Hambatan Teknis/Mekanis:


Pemanduan dengan menggunkan HT di tempat yang cenderung terbuka dan ramai hanya akan membuat tamu perjalanan wisata merasa kebosanan dan kepanasan karena hanya mendengarkan pemandu wisata bercerita. Belum lagi tidak semua tamu perjalanan wisata dapat mendengarkan pemandu dengan baik hanya dengan menggunakan alat bantu HT.


2. Hambatan Psikologis:


Video tersebut sudah sangat menjelaskan komunikasi yang tidak efektif dikarenakan kondisi psikis lawan bicara yang tidak baik, sehinga tidak merespon komunikator dengan baik. Inilah yang dikatakan sebagai hambatan psikologis.


3. Hambatan Biogenetis:


Komunikasi antara manusia normal akan berbeda jika akan berkomunikasi dengan orang yang mempunyai gangguan panca indera. Dalam video tersebut ada seorang turis (komunikator) ingin berinteraksi dengan seorang wanita cantik (komunikan) akan tetapi sangat disayangkan bahwa si wanita itu menderita tuna rungu dan bisu yang akhirnya terjadilah konflik dimana si wanita kesal karena ditelfon akan tetapi sudah jelas Ia tidak akan bisa mendengar bahkan berbicara.


4. Hambatan Sosiologis:


Komunikasi dengan seseorang yang berbeda derajat atau jabatan akan sangat mempengaruhi bagaimana komunikasi itu berlangsung. Dapat dilihat dari video komedi tersebut yang merupakan contoh dimana jika seseorang mempunyai derajat yang lebih tinggi secara kasta lebih dipandang dan diperlakukan dengan baik dibandingkan kepada orang yang derajatnya lebih rendah.

5. Hambatan Antropologis:


Perbedaan budaya sangat mempengaruhi bagaimana komunikasi akan berlangsung, contohnya adalah dalam video tersebut si laki-laki adalah orang Jepang dan si perempuan adalah asli Indonesia. Budaya orang Jepang lebih terbiasa membungkukan badan sebagai salam, sedangkan budaya Indonesia lebih terbiasa dengan bersalaman, dan seperti itulah yang terjadi..

6. Hambatan Ekologis:


Ada 2 hambatan dalam contoh video tersebut. Pertama, adanya hambatan biogenetis dimana komunikan tidak dapat mendengar. Akan tetapi si komunikan mempunyai suatu alat yang dapat merekam perkataan orang lain (komunikator) sehingga apa yang orang katakan dapat ia baca. Namun hambatan lainnya adalah ketika komunikator ingin menyampaikan suatu pesan, suaranya selalu tertutup dengan suara kereta kemudian suara pengumuman di stasiun yang mengakibatkan komunikasi tidak efektif karena komunikan kesulitan untuk mengetahui pesan komunikator.


7. Hambatan Semantik:


Perbedaan bahasa membuat komunikasi antara kedua pihak tidak efektif. Maksudnya tidak efektif adalah komunikan dan komunikator tidak menunjukkan interaksi yang berkaitan. Dapat kita lihat bahwa kedua pihak dalam video tersebut memiliki perbedaan bahasa sehingga apa yang dimaksud oleh komunikator tidak sampai ke komunikan dan akhirnya komunikan mengartikan dalam bahasanya sendiri.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Etika didalam Pekerjaan

Pertama, saya akan membahas pengertian dari Etika. Etika adalah tuntutan atau aturan dimana orang-orang harus mengikutinya tanpa terkecuali. Etika bisa mencakup banyak hal seperti contohnya etika ketika sedang makan dimana seseorang tidak diperbolehkan berbicara ketika makan yang bertujuan agar tidak tersedak. Kira-kira seperti itulah gambaran umum mengenai etika.
Sekarang yang akan saya bahas adalah mengenai etika didalam pekerjaan. Seperti apakah itu?
Seseorang yang ingin dikatakan memiliki etika yang baik dalam bekerja memiliki standarisasi khusus yang sebenarnya tidak begitu sulit namun butuh kedisiplinan.
Berikut adalah hal-hal yang merupakan bagian dari etika dalam pekerjaan:

1. Kehadiran: Seseorang yang selalu tepat waktu atau hadir sebelum waktu yang sudah ditentukan dianggap sudah memenuhi salah satu kriteria sebagai seseorang yang memiliki etika baik dalam pekerjaan. Orang yang selalu tepat waktu juga dianggap sebagai orang yang disiplin waktu.
2. Karakter: Karakter adalah hal yang sangat penting ketika ingin dianggap sebagai seseorang yang beretika baik. Ketika seseorang itu selalu jujur, bertanggung jawab, percaya diri, mau membuka diri terhadap orang lain, dapat dipercaya, disiplin, dan inisiatif berarti orang ini memiliki karakter yang baik.
3. Kerja Sama: Seseorang harus dapat bekerja sama ketika berada di industri atau pekerjaan, karena Ia adalah bagian dari suatu industri dimana Ia tidak bekerja untuk diri sendiri namun masih berkaitan dengan bagian lainnya di dalam industri tersebut. Jadi orang tersebut dapat mencapai visi misi yang diinginkan suatu industri dengan baik dan terstruktur.
4. Penampilan: Hal ini dapat menjadi penilaian pertama orang lain terhadap diri kita sendiri karena penampilan adalah hal pertama yang dapat kita tunjukkan dan orang lain lihat. Jika kita berpenampilan rapi dan bersih, maka orang lain akan memiliki persepsi yang baik terhadap diri kita. Tapi jika kita berpenampilan sebaliknya, orang lain akan memiliki persepsi juga juga berkebalikan. Terutama di industri pariwisata dimana standar penampilan seseorang sudah ditetapkan dan harus dilaksanakan.
5. Sikap: Seseorang harus memiliki sikap yang baik terutama ketika nantinya akan berhadapan langsung dengan tamu. Keramahtamahanlah yang harus kita unjukkan pertama kali, kemudian pelayanan yang baik sehingga dapat memuaskan tamu yang berhadapan dengan kita. Kembali lagi mengenai persepsi. Jika kita terlihat tidak ramah kepada tamu, maka tamu akan memiliki persepsi yang negatif terhadap diri kita dan bukan hanya kita yang dianggap buruk melainkan nama perusahaannya pun juga.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Bersikap Profesional

Profesionalisme adalah tuntutan perilaku seseorang untuk melakukan pekerjaannya.

Seseorang dapat dikatakan profesionalisme jika mereka:
- sudah bertanggung jawab secara penuh dan menunjukan dirinya semangat bekerja
- mengetahui cara mencapai apa yang diimpikan
- menghargai semua orang
- datang ke tempat kerja dengan perilaku yang baik
- bersahabat dan mau bekerja sama dalam team
- dapat mencari jalan keluar dalam sebuah masalah

Untuk bisa menjadi seseorang yang profesional, kita perlu:
- mengembangkan keahlian
- mau belajar membangun hubungan
- meningkatkan kemampuan komunikasi
- berpenampilan menarik
- memiliki nilai moral yang tinggi

Penting bagi seseorang untuk dapat bersikap profesional dalam melakukan pekerjaannya dan memang hal ini adalah sebuah tuntutan. Saya memasuki jurusan Usaha Perjalanan Wisata nantinya akan memasuki industri pariwisata perlu mempelajari sikap-sikap yang harus ditampilkan ketika nantinya saya akan bekerja. Kembali lagi saya jelaskan bahwa tujuan mempelajari Psikologi Pelayanan adalah untuk mempelajari tingkah laku seseorang terutama tamu dan kita sebagai 'Pelayan' diharuskan untuk memberikan pelayanan yang maksimal agar tercapai kepuasan dari tamu. Dengan kita mau belajar untuk bersikap profesional, kita pun dapat mengetahui prioritas utama kita saat bekerja.

Memang akan sulit bagi seseorang yang cenderung introvert seperti saya untuk bekerja di industri pariwisata yang nantinya akan bertemu dengan banyak orang, bersosialisasi, berkomunikasi, dll. Inilah tujuan kita untuk mengetahui pengertian dari profesionalisme dan cara penerapannya. Bisa dikatakan bahwa bersikap profesional sama dengan menggunakan topeng karena biasanya ketika kita bertemu dengan tamu, itu adalah sikap yang sudah menjadi standart harus ditampilkan. Berpakaian rapi, duduk dengan tegak, tidak bersender, mahir dalam berkomunikasi, menunjukkan antusias kepada tamu, eyecontact yang baik terhadap tamu, kurang lebih seperti itu.

Tidak perlu khawatir jika kalian sudah memasuki jurusan pariwisata seperti saya atau jurusan lain yang ketika sudah memasuki industrinya masing-masing akan mendapatkan tuntutan seperti hal yang sudah saya jabarkan tadi. Tidak ada yang tidak mungkin jika kalian mau berusaha dan belajar. Hal yang paling penting adalah nikmatilah. Enjoy dan kerjakan semua tuntutan itu dengan maksimal.

Jumat, 23 September 2016

Kepribadian - Part II

Makna kepribadian dalam pelayanan antara lain:
1.       Keinginan yang kuat untuk melayani sesuai dengan bidang masing-masing
2.       Memilik rasa menyenangkan dan mampu memberi kenyamanan terhadap pelanggan/tamu
3.       Menghargai dan menghormati tamu
4.       Rasa tanggung jawab atas apa yang kita kerjakan adalah bagian dari kepuasan tamu
5.       Bekerja mengikuti aturan yang telah ditetapkan
6.       Bangga terhadap diri dan pekerjaan
7.       Ketepatan dan kecepatan pelayanan adalah kepuasan dari tamu
8.       Kerja sama team menjadi kunci keberhasilan dalam memberikan pelayanan terhadap tamu
9.       Berbicara secara benar dan bijaksana pada saat situasi yang tepat menjadikan diri menjadi pribadi yang kuat
10.   Menjadikan diri sebagai petugas atau pekerja yang cinta pada pekerjaannya yang memberikan pelayanan maksimum

Manusia dapat berkembang dan hal ini terbentuk seiring usianya dari kecil hingga dewasa. Perkembangan manusia berorientasi pada biologis dan lingkungan. Biologis beracuan pada bakat dan psikofisik, sedangkan lingkungan beracuan pada saat mereka belajar dan pengaruh sosial dari orang sekitar seperti di rumah atau sekolah.

Teori yang mendukung tentang Perkembangan Manusia yaitu:
-          Monks                  : Menjadi seseorang yang tumbuh atas 2 kekuatan yaitu dalam diri dan lingkungan.
-          John Locke          : Anak sejak dini adalah bersih, dan yang mempengaruhi perkembangan seseorang adalah lingkungan.
-          W. Stern              : Kepribadian dari dalam diri seseorang dan lingkungan saling mempengaruhi.

Banyak sekali jenis atau tipologi dari kepribadian, antara lain: Pendiam, Banyak bicara, Tidak sabar, Peragu, Curiga, Sombong, dan masih banyak lagi.
Berikut ini adalah Tipologi Kepribadian menurut tokoh:
1.       C.G. Yung:
-          Extrovert
-          Introvert

2.       E. Spranger:
-          Manusia Ekonomi
-          Manusia Politik
-          Manusia Sosial
-          Manusia Seni
-          Manusia Agama
-          Manusia Pengetahuan

3.       Hipocrates:
-          Sanguinis
-          Plegmatis
-          Melankolis
-          Koleris

Ada pula 8 dimensi kepribadian dalam pariwisata menurut Plog:
1.       Petualang
2.       Mencari Kesenangan
3.       Impulsive
4.       Percaya Diri
5.       Kematangan Rencana
6.       Maskulin
7.       Intelektualisme
8.       Orientasi pada manusia

Kesan pertama sangat berpengaruh ketika orang lain ingin mengetahui karakteristik dari kita. Kita pun harus menampilkan diri agar dapat menciptakan kesan pertama atau first impression yang positif di mata orang lain.
Ada pun kita harus mengetahui karakteristik dari wisatawan, antara lain:
1.       Aspek Psikografik             : berdasarkan kepribadian
2.       Apek Demografik             : berdasarkan usia, pendidikan, status sosial dan keluarga
3.       Aspek Geografik               : berdasarkan daerah asal dan budaya

Jumat, 16 September 2016

Kepribadian

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh Tuhan. Kelebihan kita yaitu kita mempunyai akal dan budi. Akan tetapi, setiap manusia mempunyai karakter yang bermacam-macam dan hal ini akan berlaku di setiap kegiatan yang kita lakukan.

Kepribadian berarti tingkah laku seseorang yang sudah melekat dalam dirinya. Dalam setiap kegiatan, seseorang selalu mempunyai caranya masing-masing. Misalnya ada manusia dengan perilaku Introvert atau Extrovert. Tahukah kalian perbedaan dari keduanya? Seseorang dengan kepribadian Introvert cenderung akan membuang banyak energi ketika bertemu dengan orang lain atau dalam lingkup sosial dan mereka akan mendapatkan energi kembali ketika mereka sedang menyendiri. Kepribadian Introvert cenderung lebih penyendiri, suka mengamati, lebih banyak mendengar daripada berbicara, juga memiliki sedikit teman. Sedangkan, seseorang dengan kepribadian Extrovert memiliki kebalikan dengan kepribadian Introvert. Kepribadian Extrovert akan mendapatkan banyak energi ketika mereka bertemu dengan orang lain atau dalam lingkup sosial dan akan merasa membuang energi ketika mereka sedang menyendiri. Mereka akan cenderung lebih senang bersosialisasi, lebih banyak berbicara daripada mendengarkan, juga memiliki banyak teman.
Dari kedua kepribadian ini pasti akan ada sisi positif maupun negatifnya, tidak selalu seorang introvert lebih baik daripada extrovert begitupun sebaliknya.

Selain itu, ada kepribadian seseorang ketika mengumpulkan informasi yaitu kepribadian yang Intuitif (Intuition) dan kepribadian Pengindera (Sensing). Seseorang yang Intuitif akan cenderung kreatif dan ide-ide yang dikeluarkan cenderung aneh bagi orang lain. Misalnya ditanya "apa yang kamu lihat mengenai ruang kelas ini?" jawaban mereka adalah "ruang kelas ini ramai, dan memiliki banyak kenangan....". Sedangkan, berbeda dengan seorang dengan kepribadian Pengindra akan cenderung lebih spontan dan apa adanya. Misalnya jika ditanya dengan pertanyaan "apa yang kamu lihat mengenai ruang kelas ini?" jawaban mereka adalah "ada kursi, meja, papan tulis...".

Kemudian ada kepribadian seseorang dalam menentukan keputusan yaitu kepribadian yang Pemikir (Thinking) dan kepribadian Perasa (Feeling). Seseorang yang Pemikir akan cenderung akan mengambil keputusan secara logis, sedangkan seseorang dengan kepribadian yang Perasa akan mengambil keputusan dengan melihat kondisi dan mempertimbangkan perasaan orang lain. Sebagai contoh, ketika teman anda sedang dalam masalah yang termasuk dalam tindak kriminal dan teman anda tersebut dulunya adalah seseorang yang berjasa bagi hidup anda, apakah anda akan melaporkannya atau membantu untuk melindunginya agar tidak terjerat masalah hukum? Jika anda memilih untuk melaporkannya, maka anda termasuk dalam kepribadian Pemikir, tetapi jika anda memilih untuk melindunginya agar Ia tidak terjerat masalah hukum, anda termasuk kepribadian Perasa.

Terakhir dalam tipologi psikologi pelayanan, apakah anda seorang yang Pengamat (Perceiving) atau Penilai (Judging). Seseorang dengan kepribadian Pengamat akan menikmati hidup dan tidak peduli dengan aturan. Sedangkan seseorang dengan kepribadian Penilai akan cenderung terstruktur dengan jadwal dan tata tertib.

Sabtu, 10 September 2016

Pelayanan Sebagai Komponen Produk Wisata

Produk wisata adalah produk yang bersifat jasa dan komposit dari beberapa komponennya, yaitu aksesibilitas, fasilitas wisata, aktivitas wisata, objek dan daya tarik wisata. Aspek pelayanan berperan sebagai faktor penentu keberhasilan produk wisata untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan para wisatawan atau pengunjung yang juga merupakan karakteristik khusus dari pelayanan wisata. Tuntutan utama kepariwisataan antara lain bagaimana para wisatawan bisa datang ke Indonesia dan bagaimana mereka akan merasa puas dan mau untuk datang lagi ke Indonesia.
Ketika kita akan memberikan pelayanan pada pelanggan, beberapa hal yang harus diperhatikan seperti berusaha mengerti apa yang diinginkan oleh pelanggan dan mengenal karakter pelanggan tersebut. Dengan begitu, pelanggan dapat mencapai kepuasan dengan pelayanan yang kita berikan.

Menurut Endar Sugiarto (1999), Service Excellence in Hospitality yaitu:
1.       Pusatkan perhatian pada pelanggan
2.       Berikan pelayanan yang efisien
3.       Naikkan harga diri tamu
4.       Bina hubungan yang baik dan harmonis dengan pelanggan
5.       Berikan penjelasan dan informasi sebaik mungkin
6.       Ketahuilah apa keinginan pelanggan
7.       Jelaskan pelayanan apa saja yang bisa diberikan oleh perusahaan
8.       Alihkan tugas pada yang lebih mampu bila tak mampu melayaninya sendiri

Sebelumnya akan dijelaskan apa itu psikologi pelayanan, akan dibahas mengenai apakah itu Psikologi. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia, sedangkan Pelayanan adalah proses interaksi antara seseorang yang berupaya memenuhi kebutuhan dengan seseorang yang ingin terpenuhi kebutuhannya. Jadi, Psikologi Pelayanan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam proses interaksi kerja di industri jasa pelayanan. Penting untuk mengetahui mengapa kita harus mempelajari psikologi ketika kita akan terjun dalam industri pariwisata. Kita dilahirkan sebagai makhluk sosial yang akan selalu berinteraksi dengan orang di sekitar. Agar dua individu dapat mengerti apa yang diinginkan, perlu adanya pemahaman dari kedua belah pihak. 
Dengan kita mempelajari ilmu psikologi, kita menjadi mengerti mengenai perilaku manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan. Ruang lingkup dari psikologi ada 3, yaitu Aktivitas Kognitif yang berhubungan dengan daya kerja otak, Aktivitas Afektif yang berhubungan perasaan atau emosi manusia dan yang terakhir adalah Aktivitas Psikomotorik yaitu yang berhubungan dengan kerja organ tubuh manusia. Dapat disimpulkan bahwa ada keterkaitan antara Psikologi dan Pelayanan. Dengan kita mengerti karakter maupun tingkah laku seseorang, maka kita dapat memberikan pelayanan yang sesuai dan dapat mencapai kepuasan bagi pelanggan.

Maka, singkatan dari SERVICE (Pelayanan) adalah:
S = Smile for everyone
E = Excellent in everything we do
R = Reaching out to every guest with
V = Viewing every guest as special
I  = Inviting guest to return
C = Controlling is very important
E = Eye contact that shows we care

Kamis, 28 Juli 2016

#TrueStory - Advice

Hey Readers!
Karena udah liburan panjang banget (which is saya mau masuk kuliah jadi liburnya kayak se-abad) jadi jarang ngeblog dan malah aktif di youtube. Oh iya jangan lupa check out and subscribe my youtube channel di youtube.com/officialpuspita ya!

Hmm.. sebenernya kali ini saya cuma pengen sharing dulu sedikit kalau selama liburan emang nggak banyak kegiatan jadi kalau mau nyeritain pengalaman selama ini agak bingung juga dan mau kasih advice juga jujur agak susah. Tapi karena saya baru-baru ini juga dapet request dari salah satu temen yang minta “Monthly Advice” yang sebenernya sekarang kalo bikin udah nggak monthly lagi. Di postingan kali ini saya mau kasih advice tentang percintaan based on my real story (orang single emang paling jago bikin advice about love life kan).

Cerita sedikit tentang pengalaman saya dulu nih. Waktu SMA saya pernah pacaran sama salah satu cowo and I reeaally love him. It’s like everything is for him. Remember, itu DULU ya. Tapi justru itu kesalahan saya juga kenapa ngasih perasaan ke orang terlalu berlebihan yang akhirnya sering sakit hati kalau yang saya terima dari dia ngga sesuai ekspektasi. Okay, ini nggak ada maksud apa-apa kok tapi karena ini adalah pengalaman yang real, saya jadiin contoh aja buat kalian. Nyesel pacaran? Nggak kok. Justru karena hal ini pernah terjadi jadinya saya semakin ngerti tentang gimana indahnya pacaran, gimana rasanya cemburu, gimana pas lagi ada masalah dan sakitnya diputusin. Tapi buat saya apapun yang udah berlalu ya biarlah berlalu. Saya nggak mau ngebandingin hal yang dulu saya rasain sama yang saya rasain sekarang. It’s totally different and I have to accept that.

Sempet ngerasa trauma sama sakit hatinya pacaran, apalagi pas putus. Ya siapa sih yang nggak sakit hati kalau putus pas lagi sayang-sayangnya? HAHAHA lupakan.
Ya intinya itu semua udah lewat and now I’m feeling so much better. Kehidupan saya terus berjalan maju dan semakin membaik. Berkat dukungan dari ortu dan sahabat-sahabat saya, I’m success to move on and move forward. Saya selalu berdoa supaya bisa ikhlasin apa yang udah lepas dari hidup saya dan membiarkan dia pergi tanpa ada rasa dendam dalam hati. Saat ini saya nggak mau buru-buru untuk pacaran lagi apalagi kalau ternyata cowo yang baru nantinya cuma jadi pelarian. BIG NO.
Saya mau kok pacaran lagi nantinya tapi kalau memang udah siap dan pastinya diizinkan sama Tuhan, ya nggak? Sekarang mau having fun sendiri dulu bareng sama temen-temen tanpa ada rasa cemburu atau takut kehilangan. Mau deket sama siapapun juga santai aja.

Sekarang gini, kalaupun ternyata saya sekarang lagi suka sama seseorang bukan berarti saya harus milikin dia sebagai pacar. Now I always start a relation to someone special for being my close friend first. Saya nggak mau terburu-buru berpikir soal pacaran apalagi deketin seseorang karna harapan pengen jadi pacarnya. Why? Ya siapa tau ini cowo emang lebih nyaman dijadiin sahabat aja. Meskipun semuanya ada di tangan Tuhan tapi kan yang jalanin saya sendiri, so I let it flow. Kalau ternyata dia bakal jadi sahabat saya aja ya It’s ok. Malah saya nggak bakal kehilangan dia karena kita emang cuma sahabatan yang anytime bisa ngobrol sama dia. Sekalipun nantinya dia punya pacar, karena kita udah nggak berharap lebih sama dia dan sesekali kita mau ngobrol, itu sah-sah aja selama obrolannya tetap dalam batas temen ya!

Intinya sih kali ini saya cuma mau sharing ke kalian kalau pacaran itu bukan hal yang wajib kok. Nggak perlu malu kalau kalian single dan temen-temen kamu punya pacar. Kalian semua punya +- nya. Orang pacaran emang nggak bakal kesepian karena selalu diperhatiin pacar, tapi kalau lagi ada masalah itu ngeselin banget rasanya buat mereka. Orang single bisa ngapain aja tanpa ada yang ganggu, tapi kalau lagi nggak ada kerjaan berasa banget kesepian. Buat orang-orang single kayak saya nih, jadilah orang single yang berkelas ya. Maksudnya? Nikmati hidup kamu dengan status single ini dengan kegiatan-kegiatan yang fun dan positif. Boleh kok berfikir untuk pacaran, tapi memang karena kamu siap dan udah kenal sama si dia, bukan karna kesepian atau karna status. Buat yang baru putus jangan buru-buru pacaran lagi hanya karena pelarian, kasian dong dia, dan inget itu sama aja kamu balas dendam sama si mantan yang sama aja itu gak baik. Bertemanlah sebanyak-banyaknya terutama dengan orang-orang positif yang bisa membangun kamu menjadi orang yang hebat. Kesuksesan itu nomor 1, masalah pacar pasti bakal ngalir sendiri kok, just wait and see.


Segitu dulu ya advice dari saya, see u on the next post!

Selasa, 28 Juni 2016

Anxiety Disorder

Hey Readers!

Kembali lagi ke tema Psikologi di blog saya!
Kali ini saya pengen ngebahas tentang salah satu kelainan jiwa yang mungkin awalnya terlihat biasa aja tapi kalau semakin parah bisa sangat berbahaya yaitu Anxiety Disorder atau Kecemasan secara berlebihan. Biasanya orang merasa cemas karena suatu hal sepele seperti contohnya seorang siswa yang cemas karena akan menghadapi ujian, namun penderita Anxiety Disorders memiliki tingkat kecemasan yang berbeda dengan orang yang normal. Anxiety Disorders adalah penyakit yang serius loh readers!



Nah, sebelumnya saya pengen kasih tau nih beberapa ciri umum penderita dari penyakit mental ini:
- Sesak napas
- Gemetar
- Mual
- Pusing
- Nyeri di bagian dada
- Takut secara berlebihan tiba-tiba
- Palpitasi (detak jantung tidak teratur)
- Keringat dingin
- Sering mimpi buruk
- Ketegangan otot

Kalau kamu ngerasa semua hal tersebut ada dalam diri kamu kemungkinan kamu menderita Anxiety Disorders nih. Coba langsung cek ke Psikiater untuk ditangani lebih lanjut. Biasanya dokter akan memberikan anti depresan dan akan dilakukan psikoterapi untuk membuat penderita lebih tenang.

Ternyata Anxiety Disorder memiliki banyak jenisnya, antara lain:

1. Panic Disorder (Gangguan Panik) :
- dialami oleh remaja hingga dewasa usia 30 tahun.
- perempuan mempunyai kemungkinan 2 kali lebih besar mengidap gangguan panik.
- penderita merasa seperti terkena serangan jantung.

2. Obsessive-Compulsive Disorder / OCD (Gangguan Obsesif Kompulsif) :
- ditandai dengan pikiran dan ketakutan yang tidak masuk akal (obsesif) yang dapat menyebabkan     perilaku repetitif/berulang-ulang (kompulsif).
- dengan melakukan kegiatan yang berulang-ulang tersebut dapat mengurangi kecemasan si penderita, namun lama kelamaan akan menghambat rutinitas.

3. Post Traumatic Stress Disorder / PTSD (Gangguan Stress Pasca Trauma) :
- diakibatkan setelah terjadi kejadian tragis dalam hidupnya.
- tidak dapat melupakan kejadian traumatis yang telah dialami.
- memiliki pikiran dan kenangan yang abadi dan menakutkan.

4. Social Anxiety Disorder / SAD (Gangguan Jiwa Sosial) :
- merasakan kecemasan dan ketakutan ketika berada di tempat umum.
- memiliki ketakutan bahwa akan mempermalukan atau menghina diri sendiri di tempat umum.
- biasanya penderita merasa takut diejek, takut tidak diterima teman-temannya, juga takut akan penilaian orang lain terhadap dirinya.

5. Generalized Anxiety Disorder / GAD (Gangguan Kecemasan) : 
- merasa cemas secara berlebihan dan sering tidak realistis (berhalusinasi).
- perempuan lebih banyak mengidap GAD daripada laki-laki.
- tidak dapat mengendalikan kecemasannya.

Beberapa penyebab dari penyakit mental ini antara lain adalah Stress secara berlebihan, seperti stress di Sekolah, Tempat Kerja, atau mungkin stress karena keadaan finance, stress karena memiliki relasi yang tidak baik antar anggota keluarga, bisa juga karena trauma atas suatu hal seperti kehilangan seseorang yang dicintai. Ada beberapa jenis Anxiety Disorder yang diakibatkan karena bawaan gen.

Nah, supaya kita nggak mengidap penyakit mental yang satu ini ada beberapa cara kok untuk mencegahnya! Semoga bermanfaat.

Cara mencegah Anxiety Disorder:
1. Istirahat yang cukup: dengan pola tidur yang baik, maka tubuh dan pikiran akan lebih sehat dan segar setiap harinya. Biasakan untuk tidur 7-8 jam sehari!

2. Makan makanan yang sehat: jangan lupa untuk makan sayur dan buah setiap hari ya! Makanan yang sehat akan membuat tubuhmu juga sehat dan membuat cara berpikirmu jernih.

3. Bersyukur: selalu ingat dengan Tuhan dan mensyukuri segala yang telah kamu dapatkan saat ini akan membuatmu merasakan kedamaian loh readers! Kamu percaya apapun keadaannya saat ini, semuanya adalah berkat dari Tuhan yang selayaknya kamu syukuri.

4. Perbanyak Tersenyum dan Tertawa: bukan berarti kamu senyum-senyum atau tertawa sendiri tanpa sebab ya! Dengan kamu perbanyak senyum kepada orang lain dan bercanda dengan orang-orang disekitarmu, kamu akan meningkatkan hormon bahagia yang ada dalam diri kamu dan hal ini selain akan membuatmu merasakan emosi positif, orang lain pun juga dapat meraskannya.

5. Berkumpul dengan orang-orang positif: selain kamu akan dikelilingi dengan orang-orang yang baik, kamu juga bisa mendapatkan banyak advice dari mereka sehingga kamu bisa menjadi orang yang selalu optimis dalam menjalani hidup!